Jumat, 25 Mei 2012

Tragedi Jumat


Jumat/25 April 2012 hari ini, aku mendengar berita duka kepergian salah seorang keluargaku. Dia sosok ayah teladan bagi anak – anaknya. Ayah yang telah ditinggal oleh istrinya kini telah pergi menyusul ke tempat istri tercintanya itu. Sedih mendengar berita itu, tak ada lagi orang tua bagi anak – anak mereka, belum usai kesedihan kepergian dari ibunda mereka, kini harus ditinggal oleh ayahnya lagi. Sangat miris, aku yang hanya berstatus saudara sepupu saja sudah cukup sedih melihat kenyataan ini apalagi mereka yang ditinggalkan orang tuanya. Jumat ini pun kini menjadi kelam dan penuh dengan rintihan kesedihan sekumpulan manusia yang telah ditinggalkan. Namun, yang membuatku semakin haru adalah kepergian ayah teladan ini, ia pergi di rumah Allah SWT dalam keadaan menunaikan shalat Jumat. Sungguh indah beliau dijemput di rumah Allah, tak semua hamba-Nya diperlakukan sperti ini. Sekarang yang harus dilakukan segenap keluarga besar hanyalah sabar dan mendoakan beliau pergi dengan tenang serta diterima disisi-Nya. 

Satu kesyukuranku saat ini adalah aku masih bisa melihat kedua orang tuaku, masih bisa mendengar celoteh mereka, masih bisa mendengar perintah mereka, dan masih bisa melihat wajah lusuh mereka yang terpancar harapan besar pada anak – anaknya. Tak ingin ku sia – siakan waktu yang diberikan padaku untuk mengabdi pada kedua sosok yang begitu sempurna ini. Sempurna di mataku, karena mereka aku ada di sini, karena mereka aku seperti sekarang dan karena mereka aku mengenal Cinta. Cinta kepada mereka dan cinta kepada yang menciptakan kami.

Terima kasih Tuhan, terima kasih atas pemberianmu yang sempurna itu, terima kasih atas waktu panjang ini, tak akan ku sia – siakan kehadiran mereka di hidupku. :’)

                                                                                                                                                       sayang kedua sosok.
   SEMPURNAkuu.
mom_dad. :*

Kamis, 24 Mei 2012

Kamu duniaku???

Malam ini, saya sempat membaca sebuah blog yang isinya sangat mengharukan dan sangat nusukk di hati, *lebay. Hehhee. Gimana tidak jadi lebay, tulisan itu benar – benar kena dengan diri dan kisahku. “Perbedaan Agama” inilah kata kunci utamanya. Kisahku yang begitu lama mengagumi dan akhirnya benar – benar menyayangi manusia yang begitu manis di mataku itu. Mengagumi seseorang dalam jangka waktu yang cukup lama, kurang lebih 3 tahun aku mengagumi manusia itu yang akhirnya harus menerima kenyataan kalau aku tak bisa bersamanya karena perbedaan yang tidak bisa ditolerir itu. Kenapa harus ada perbedaan seperti itu? Kenapa harus terjadi padaku? Kenapa coba??? Hal ini membuatku harus ikhlas melupakan kenangan – kenangan manis bersamanya, melupakan sosok seorang kakak yang begitu penyayang buatku.

Manusia ini membuatku hampir gila karena memikirkannya, disetiap pembicaraanku selalu saja ku sebut namanya. Doaku pun terselip namanya, tapi aku sampai tak berhenti berharap pada sebuah keajaiban. Pantas saja ku sebut diriku pemimpi, berharap pada sesuatu yang belum pasti. Haha... Aku begitu berharap padanya, lama ku nanti, lama ku kagum padanya dan aku tak ingin penantian yang sia – sia sampai aku terlalu optimis untuk memiliki orang itu.

Sampai akhirnya aku pun harus sadar dan pesimis tentang harapanku itu. Kuyakinkan dalam diriku, kalau aku tak mungkin bisa dan tidak akan pernah bisa bersamanya! Aku harus berhenti berharap dan mencoba mencari hal baru yang lebih menarik. Hanya itu usaha yang harus ku lakukan, namun usaha ini justru semakin sia – sia saja. Huhhh... Sosoknya selalu saja hadir di depan mataku. Semakin ingin ku lupakan tentang dia, semakin kuat perasaanku ke manusia ini. Anehh! Kenapa dia selalu saja mengganggu pikiranku! Bahkan di alam mimpi pun dia juga selalu hadir dan mengusikku. Apa ini salahku? Apa yang harus ku lakukan? Di dunia nyata aku ingin melupakannya, tetapi selalu saja di hadir. Di dunia maya aku juga ingin melupakannya, tapi kenapa dia justru hadir di mimpiku? Hahhhh.... Sungguh aneh dan berat! Dia tetap saja selalu mengusik duniaku. Duniaku luas dan tidak ada batasnya, namun di setiap sudut dia selalu saja membayangiku. Perbedaan itu sudah sangat jelas dan jelas pula aku tak bisa bersamanya. Tapi dan tapi lagi, hantunya selalu mengganggu hidupku! Bagaimana aku bisa mencari hal baru kalau dia selalu menghantuiku?!! Kekesalan terkadang terlintas di benakku, semakin banyak pertanyaan, apa maksud ini semua??? Aku benar – benar frustasi dibuatnya, #lebaylagi. 

Sekarang yang bisa ku lakukan hanya menunggu sosok lain yang mampu menghilangkan rekaman tentang dia di memoriku. Ingin ku instal ulang dan memulai dari data – data baru lagi. Menunggu.menanti.berharap. #wish

                                                                                                                                                                Catatan.dini.hari.
                   tentang.dia.yang.berbeda.
:’)

Rabu, 09 Mei 2012

ENDING

Setelah lama bertahan, kini tiba waktuku untuk mengakhiri kisah ini. Kau bukan yang aku inginkan, telah lama ku ingin menutup buku tentang kisah ini. Namun, pertahananku sebagai seorang perempuan sabar melawan semuanya. Setelah kejadian itu, pertahananku pun runtuh tak terkendali. Tidak ingin lagi melanjutkan atau pun mengenang sedikitpun. Kau hanya sebagian kecil dari manusia yang berpikir kerdil. Langkah kakiku pun mulai beranjak dari kisah pahit ini, ingin menjauh dan pergi dari semua ini. Kau bukanlah segalanya, kau hanyalah sedikit dari sebagian kecil hidupku. Kau yang mengajarkanku kesabaran, kekuatan dari diriku bahkan mengajarkanku menjadi manusia yang sadar dari sebuah kemunafikan seseorang. Dan itulah kamu, kemunafikan yang kau miliki semakin membuatku sadar untuk bangkit dari keterpurukan yang sia – sia.

Jangan kau hadir lagi dan jangan kau ganggu hidupku lagi. Aku ingin melanjutkan kisahku di buku selanjutnya. Dirimu telah berakhir di buku sebelumnya dan tidak akan ada lanjutan dari kisah itu. Aku ingin buku baru di hidupku dan aku ingin buku ini menjadi buku terakhir dari hidupku. Tanpa ada kamu lagi dan hanya ada dia dan mereka. Hidupku akan lebih sempurna tanpa ada kamu, dan itulah harapanku malam ini. Di ruang gelap dengan suara merdu dari lantunan musik ini menjadi saksiku ketika mengetik tulisan yang berharap menemukan sosok yang akan mewujudkan harapanku ini dan itu BUKAN KAMU...



Say good bye for you.................................................................................

Rabu, 08 Februari 2012

Eksploitasi Bocah



Inikah calon penerus bangsa kita? Lihat mereka, wajah polos mereka, di waktu yang seharusnya mereka mendapat pendidikan yang layak justru harus terbebani masalah ekonomi. Di tengah kota besar, mereka hanya menikmati hari-hari dengan mencari nafkah. Di mana peran para orang-orang besar yang mengaku pemerhati, inikah hasil anak bangsa negara kita kelak? Mereka hanya sebagian kecil dari anak-anak yang tidak mendapatkan hak yang selayaknya. Tengoklah mereka dan rangkullah mereka agar menjadi penerus bangsa yang jauh sangat lebih baik dari pemimpin bangsa kita saat ini.

#jepretanseoranggadispemimpi

Selasa, 07 Februari 2012

Lembaran akhir dari Buku Kenangan

 Kutemukan jawaban, aku kini tak percaya tentang bualan dan teori cintamu. Aku yakin tentang sebuah jawaban yang yang harus aku lontarkan untuk diriku. Yah, sendiri itu jawaban yang tepat.Bukan untuk pertama kali ini kuucapkan, ini jawaban beradasar dari sebuah kejujuranmu. Yang akhirnya membuatkau sadar tentang sebuah kesetiaan, kesetiaan yang terlontar dari bibirmu ternyata tak seperti kenyataannya. Aku bukan anak labil yang mampu qw kibuli dengn ribuan kata - kata manis dan ribuan janji - janji palsumu. Sampai detik ini, aku masih berpikir tentang sikapku yang sebenarnya tentang sebuah kebodohan atau kesetiaan seorang gadis yang menganggapnya sebuah ketulusan??? Tapi, rasanya aku harus meyakinkan diriku bahwa sesungguhnya semua itu hanya sebuah kebodohanku! Yaa,, kebodohan gadis polos yang tak berdaya. Pelajaran yang sangat berharga, terima kasih untuk pelajaran kali ini. Aku memilih tuk pergi, aku memilih tuk jauh, dan aku memilih tuk tidak lagi memikirkan seorang lelaki yang telah membuatku merasakan sakit ini. Kau ku tutup di lembaran terakhir dari buku kenanganku. Terima kasih. :')

Catatan kecil si princess

 Terkadang apa yang telah direncanakan belum tentu tercapai. Sepenggal kisahku semakin mengajarkanku banyak hal. Tak pernah ada sesal semenjak mengenalmu. Denganmu, aku mengerti tentang sebuah arti dari kesabaran, ketulusan, kebahagiaan bahkan kesakitan.
Begitu banyak kenangan tersimpan di memoriku kini, baik memori otak, lepiku, dan henponku.
Entah malaikat apa yang membuatku berubah beberapa hari, beberapa bulan dan setahun terakhir ini, sehingga aku mampu melewati segala kisah pahit yang merasuki jiwaku.
Engkau dititipkan oleh-Nya untukku, untukku belajar dan mengerti tentang beberapa hal. Entah untuk sementara ataukah untuk selamanya. Tak ada yang mampu ku tebak dari semua yang telah ku lalui, semuanya masih saja terasa misterius. Ingin lari, namun tak kuasa bagiku untuk lari dari skenario yang belum mencapai ending cerita sebenarnya. Aku masih ingin berperan di sini, berperan menjadi diriku sendiri.
Kisah ini belum berakhir, tetap akan kulalui hingga akhirnya aku menemukan jawaban dari apa yang ku cari.
Apakah qm? dia? orang lain? yang menjadi my last, my first???

#ceritamalamseoranggadiskurus

Sabtu, 13 Agustus 2011

Ego dipelihara...

Egois, mungkin kata yang pantas aku lontarkan saat ini. Aku semakin mengerti bahwa sebuah nilai pengorbanan tak menjamin kesadaran seseorang. Sebesar apa pun pengorbanan, ketika ego telah menguasai diri maka pengorbanan hanyalah angin lalu yang menyambar tiba - tiba. Dia lupa diri, lupa bahwa dirinya bukanlah siapa - siapa dan bukanlah apa - apa di dunia ini. Seenaknya bercelotah dan seenaknya bertingkah! Rasa bersalah sedikit pun rupanya  tak menyentuh hati anda. Ego yang anda miliki kini justru membuat anda semakin tak memiliki rasa peka dalam dirimu. Heran, masih ada saja orang sepertimu! Orang yang tak pernah menyadari tentang arti sebuah kesetiaan. Malam ini, dalam ruang ini aku bertanya dalam diri... Apakah semua manusia di dunia ini seperti dia? Aku harap cuma dia! Orang yang tak pernah bersyukur, orang yang tak pernah puas, dan orang yang tak pernah menghargai tentang apa yang telah dimilikinya. Bahkan orang yang tak pernah menyadari arti sebuah pengorbanan dan kasih sayang seorang terkasih. Derai tangis sia - sia tak hentinya terurai, menghentikannya mengalir pun sudah tak mampu lagi. Hanya kecewa dan tak percaya yang kini menyelimuti diri. Tawa yang seketika menyapa ternyata hanyalah intermeso dari kisah sedih tak berujung. Entah sampai kapan kisah ini menghantui... diri ini kini tak kuasa menahan sakit yang sangat dalam dari seorang yang tersayang. Tak ada pengertian dan tak ada kesadaran, dunianya kini membuatnya lupa tentang perasaan. Jangan lagi menoleh, palingkan saja wajahmu!!! Karena diri ini tak ingin lagi melihat wajah lugu tak bersalah itu. Cukup sudah pengorbanan sia - sia ini mempertahankannya karena hati sudah tak kuat tuk tersakiti lagi.
  Gelap dan sepi telah jadi saksi bisu diriku yang sedang belajar tuk mengerti tentang seseorang. Aku tersentak, bahwa apa yang aku miliki kini tak mampu menjamin sebuah kebahagiaanku esok hari. Aku takut tenggelam dan hanyut pada apa yang aku miliki kini. Hanya keyakinan yang menjadi peganganku saat ini dan aku berharap semoga keyakinan itu memberiku buah yang manis padaku selanjutnya.

#sepenggalkisahseorangsahabat^