Egois, mungkin kata yang pantas aku lontarkan saat ini. Aku semakin mengerti bahwa sebuah nilai pengorbanan tak menjamin kesadaran seseorang. Sebesar apa pun pengorbanan, ketika ego telah menguasai diri maka pengorbanan hanyalah angin lalu yang menyambar tiba - tiba. Dia lupa diri, lupa bahwa dirinya bukanlah siapa - siapa dan bukanlah apa - apa di dunia ini. Seenaknya bercelotah dan seenaknya bertingkah! Rasa bersalah sedikit pun rupanya tak menyentuh hati anda. Ego yang anda miliki kini justru membuat anda semakin tak memiliki rasa peka dalam dirimu. Heran, masih ada saja orang sepertimu! Orang yang tak pernah menyadari tentang arti sebuah kesetiaan. Malam ini, dalam ruang ini aku bertanya dalam diri... Apakah semua manusia di dunia ini seperti dia? Aku harap cuma dia! Orang yang tak pernah bersyukur, orang yang tak pernah puas, dan orang yang tak pernah menghargai tentang apa yang telah dimilikinya. Bahkan orang yang tak pernah menyadari arti sebuah pengorbanan dan kasih sayang seorang terkasih. Derai tangis sia - sia tak hentinya terurai, menghentikannya mengalir pun sudah tak mampu lagi. Hanya kecewa dan tak percaya yang kini menyelimuti diri. Tawa yang seketika menyapa ternyata hanyalah intermeso dari kisah sedih tak berujung. Entah sampai kapan kisah ini menghantui... diri ini kini tak kuasa menahan sakit yang sangat dalam dari seorang yang tersayang. Tak ada pengertian dan tak ada kesadaran, dunianya kini membuatnya lupa tentang perasaan. Jangan lagi menoleh, palingkan saja wajahmu!!! Karena diri ini tak ingin lagi melihat wajah lugu tak bersalah itu. Cukup sudah pengorbanan sia - sia ini mempertahankannya karena hati sudah tak kuat tuk tersakiti lagi.
Gelap dan sepi telah jadi saksi bisu diriku yang sedang belajar tuk mengerti tentang seseorang. Aku tersentak, bahwa apa yang aku miliki kini tak mampu menjamin sebuah kebahagiaanku esok hari. Aku takut tenggelam dan hanyut pada apa yang aku miliki kini. Hanya keyakinan yang menjadi peganganku saat ini dan aku berharap semoga keyakinan itu memberiku buah yang manis padaku selanjutnya.
#sepenggalkisahseorangsahabat^
Sabtu, 13 Agustus 2011
Ketika perasaan mengalahkan logika
Ketika perasaan mengalahkan logika
Aku bisa menyadari kebodohanku, seperti penafsiran mereka. Aku tak seperti biasanya, acuh tak peduli. Namun, kini aku hanyalah seorang yg lemah tak berdaya oleh rasa. Apa kah ini benar sebuah kebodohan menurut mereka..?? Tak sempat aku mencerna santapan kisah selanjutnya,, aku justru tertegun dalam lamunan. Aku merasa ini hanyalah cara melawan sebuah ego yg selama ini membuatku menjadi orang keras tak peduli. Dan kini aku merasa berhasil, berhasil membuat mereka merasa kasihan padaku. Yaaa.. Kasihan yg bukan aku harapkan. Apa ini maksud dr kata bodoh itu!?? Mereka membuatku berpikir dan sempat membuatku menyadari bahwa diriku kini telah diperbudak oleh perasaan itu. Aku ingin berlari sejauh mungkin dari tempat ini dan berharap menemukan tempat bernaung untuk melepas sejenak lelahku selama ini. Namun, rasanya kaki dan anggota tubuh ini serasa tak ingin pergi. Aku merasa nyaman di sini, aku merasa berada di tempat yg berbeda, beda dari tempat2 yg lain. Meski tak jarang tetesan tangis mendera padaku di sini, tapi di sini pula senyum, tawa dan canda menyapaku kembali.
Cukup lama ku bernaung di sini, terkadang jenuh menyambar karena harus bersahabat dgn kesepian. Aneh ketika menyadari diriku kini betah dgn kata sepi. Namun, keyakinan yg membuatku ingin tetap di sini dan menikmati semua kisah hingga garis finish.
Sepenggal kisah ini telah menorehkan kenangan manis dan pahit padaku, aku tak ingin pergi! Meski jiwa dan pikiran ini telah diperbudak oleh rasa, itu bukan karena aku bodoh, namun karena aku yakin di sinilah aku akan menemukan akhir dari sebuah kisah tentangku di dunia ini. ^^
#catatankecilseoranggadismanja
Cukup lama ku bernaung di sini, terkadang jenuh menyambar karena harus bersahabat dgn kesepian. Aneh ketika menyadari diriku kini betah dgn kata sepi. Namun, keyakinan yg membuatku ingin tetap di sini dan menikmati semua kisah hingga garis finish.
Sepenggal kisah ini telah menorehkan kenangan manis dan pahit padaku, aku tak ingin pergi! Meski jiwa dan pikiran ini telah diperbudak oleh rasa, itu bukan karena aku bodoh, namun karena aku yakin di sinilah aku akan menemukan akhir dari sebuah kisah tentangku di dunia ini. ^^
#catatankecilseoranggadismanja
Langganan:
Postingan (Atom)